Indonesia dan rusia, sahabat lama yang kurang akrab

Rusia dan indonesia adalah dua negara yang bersahabat sangat lama. Walaupun bersahabat hubungan kedua negara tidak nampak keakrabannya. Suratan takdir membawa dua bangsa ini menjadi dekat. Sahabat sejati yang terpisah oleh perbedaan ideologi.Dulu, Uni Soviet negara adi kuasa dan merupakan salah satu anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang mengecam agresi militer Belanda pertama pada 1948. Dan uni soviet pula yang membantu indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan.

Sesaat setelah Republik Indonesia merdeka, Soviet memberi dukungan. Menteri Luar Negeri Soviet Andrei Vyshinsky mengucapkan selamat atas lahirnya negara baru di Tanah Air. Selain mengucapkan selamat, uni soviet memberi bantuan peralatan perang untuk melawan agresi belanda. Uni soviet juga melatih pasukan udara indonesia untuk belajar penerbangan di uni soviet. Dengan dibukanya hubungan antara uni soviet maka Indonesia lantas berinsiatif membuka komunikasi, melalui telegram yang dikirim Wakil Presiden Muhammad Hatta. Muhammad hatta menjadi duta dalam hubungan yang baik antara uni soviet dan indonesia.

Indonesia dan rusia, sahabat lama yang kurang akrab

Indonesia dan rusia, sahabat lama yang kurang akrab
Negara komunis yang nantinya menjadi Federasi Rusia itu secara resmi menjalin hubungan diplomatik dengan negara muda di khatulistiwa ini mulai 3 Februari 1950. Pada awal hubungan diplomatik ini uni soviet sangat akrab dengan presiden kala itu. Di bawah Presiden Soekarno, hubungan RI-Soviet mengalami masa bulan madu. Pada 1956-1960, Indonesia memperoleh banyak dukungan dalam bidang militer dan ekonomi dari negara komunis tersebut. Bentuk dari hubungan uni soviet terhadap indonesia adalah bantuan kapal tempur KM. Irian. Kapal perang tersebut sangat di takuti oleh dunia.

Terakhir di masa Soviet adalah menyokong terbentuknya Rumah Sakit Persahabatan di Jakarta hingga menghibahkan beberapa teknologi untuk pembangunan reaktor nuklir Serpong. Dimana reaktor serpong ini menjadi cikal bakal ilmuwan ilmuwan nuklir untuk berperan aktif membangun indonesia lebih baik.
Nilai itu Belum termasuk dukungan alutsista senilai USD 2,5 miliar berupa Kapal Perang tipe Sverdlov, 12 kapal selam kelas Whiskey, 20 pesawat pemburu supersonic MiG-21 Fishbed, maupun 30 unit pesawat MiG-15. Semuanya digunakan Indonesia saat menggelar operasi Trikora merebut Papua dari pendudukan Belanda.
Dan bantuan militer tersebut masih terus berlangsung untuk mengikat persahabatan antara uni soviet  dan indonesia.

Sebaliknya, warga uni soviet sangat gandrung dengan budaya Indonesia. Selama era Presiden Soekarno, lima kampus di Soviet membuka jurusan Sastra Indonesia. Sampai saat ini di rusia, indonesia masih menjadi negara teramah untuk para wisatawan rusia. Begitu juga sebaliknya warga indonesia di sana sangat di istimewakan.

Cukup banyak pakar budaya Indonesia lahir berkat jurusan tersebut, misalnya Profesor Alexey Durgov. Musik gamelan serta bermacam tari-tarian dari Tanah Air masih dipelajari oleh warga Rusia sampai sekarang.

Ada cerita menarik tentang pepaya dan indonesia.Konon, pejabat Politibiro Partai Komunis Soviet sangat menggemari pepaya, buah tropis khas yang tumbuh di Indonesia. Buah ini sering jadi menu resmi jamuan negara. Termasuk saat Perdana Menteri Nikita Kruschev melawat ke Jakarta pada Februari 1960. Hanya pepaya yang menjadi permintaan perdana menteri kepada presiden soekarno kala itu.

Namun hubungan kedua negara renggang setelah gestok 1965. Orde Baru cukup paranoid dengan segala macam hal berbau komunis. Soviet sempat disebut-sebut terlibat menggerakkan beberapa faksi TNI menggulingkan Soekarno. Walaupun sampai saat ini tudingan adanya keikut campuran uni soviet tidak terbukti. Kedekatan Bung Karno dengan Soviet pun dituding sebagai bagian dari Perang Dingin antara uni soviet dan amerika. Tanpa gestok, Indonesia dinilai akan berpaling sepenuhnya dari Blok Barat pimpinan Amerika Serikat. Walaupun pada akhirnya rusia lah sahabat tanpa imbalan dan kepentingan. Kalau kita melihat kedekatan indonesia dengan amerika. Selama ini indonesia selalu dimanfaatkan oleh negeri paman sam. Sumber daya emas kita dikeruk habis oleh freeport di bawah pimpinan negara kapitalisme.

Beruntung, hubungan diplomatik antara kedua negara tak pernah terputus selama dua dekade yang kikuk. Walaupun tak dekat bukan berarti putus hubungan. Kebekuan hubungan indonesia dan rusia kembali mencair saat Presiden Soeharto akhirnya memecah kebekuan dengan melawat ke Moskow pada September 1989.  Setelah kunjungan soeharto Dua tahun kemudian, republik unitaris Soviet pecah. Pecahnya uni soviet di tengarai oleh campur tangan amerika.uni soviet berubah menjadi Federasi Rusia. Ideologi negara pun tak lagi komunis, serta berkembang perekonomian pasar di Moskow hingga Vladiwostok. Kini idelogi mereka adalah republik. Walaupun masih ada partai komunis tapi kemajuan rusia kembali menyapa dunia.

Setelah Indonesia memasuki reformasi, hubungan RI-Rusia semakin menguat. Adalah Presiden Megawati Soekarnoputri yang membuat kedua negara akrab kembali, terutama karena pembelian jet tempur Sukhoi. Sukhoi menjadi andalan pertahanan indonesia. Selain sukhoi, kapal selam pun di datangkan dari rusia. Satu skuadron sukhoi telah terbentuk di indonesia dan pada nantinya alutsista indonesia akan di terus dibantu oleh rusia. Sekali rusia si beruang merah masih menjadi sahabat lama indonesia.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Indonesia dan rusia, sahabat lama yang kurang akrab"

Post a Comment