Hanya Di Indonesia

Hanya Di Indonesia  - Hukum hanya tajam untuk kebawah. Sudah banyak bukti kalau hukum masih pilih kasih. Nenek nenek pengambil biji kopi di penjara. 

Nenek nenek pengambil kayu bakar di anggap mencuri kayu milik Perhutani. Lantas yang lebih lucu nya lagi kita saksikan seseorang yang jelas jelas menghina pancasila malah di anugerahi sebagai duta pancasila. 

Bahkan yang lebih parah lagi menghina presiden di laporkan ke polisi dan si terima begitu saja oleh yang berwenang sedangkan penghina agama malah bebas berkeluyuran.

Hanya Di Indonesia  


 Ada saja alasan nya, pelapor disuruh minta rekomendasi ke MUI untuk menyatakan bahwa si penghina agama itu telah melakukan perbuatan penistaan agama. Lalu apakah domain dari pekerjaan MUI untuk melakukan penyelidikan dan menyatakan bahwa si penghina itu melanggar tindak pidana. Lucunya negeri saya ini. 

Negara seharusnya bertindak adil. Hukum tak pandang bulu. Apakah harus hukum rimba yang berlaku agar rasa keadilan bisa terwujud tentu tidak seperti itu.

Lalu kemana rakyat kita. Kenapa kita biarkan negeri ini harus tidak adil, kenapa kita masih berdiam diri. Mari kita tegakkan supremasi hukum. Yang salah tetaplah salah. Jangan jadikan hukum sebagai alat penguasa. 

Jangan biarkan kediktatoran meraja rela di bumi pertiwi ini. Sudah saatnya raktat bergerak. Bergerak melawan pencitraan, bergerak melawan kemunafikan

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Hanya Di Indonesia "

Post a Comment